Brother Rokok Lilin
11 62009v 2007
Bro..
Kemari dan buka matamu
Lalu tatap lilin ini tanpa jemu
Percayakah kamu..?
Dalam lilin ini ada sosok dirimu
Bro…
Kemari dan buka matamu
Lalu lihat rokok ini tanpa jemu
Percayakah kamu..?
Dalam sekeliling rokok ini ada nasib sialmu
Ha…ha…ha…
Kaulah lilin yang menyajikan cahaya
Tapi sesaat saja
Lalu kau musnah tanpa daya
Dengan apimu
Kau nyalakan rokok ini tanpa ragu
Tanpa sadar…pengorbananmu dalam rokok itu..
Lama-lama juga hangus jadi debu..
Yang kau dapat hanya racun dari situ…
Racun yang bisa menjadi imbas bagi kerabat
Dan orang dekat…
Pliiiis…jangan sobat…
Jangan kau lanjut pengorbanan serba nekat
Tau diri sobat….
Kau ini bukan orang hebat..
Namun sejenak aku merasa salah
Pantas saja batinku membantah..
Ternyata lilin dan rokok tak selamanya salah
Setidaknya lilin dan rokok telah mengajariku
Setidaknya kau sedikit ku anggap guru
Bukan karena kata puitismu
Bukan pula kelihaianmu dengan musik itu..
Tapi karena pengalaman burukmu
Kemudian aku berguru..
Betapa jalan hidup memang semu
Serba abu-abu
Rokok dan lilin berpesan
Jangan sampai seperti senjata makan tuan
Jangan sampai seperti sang tuan mati terhempas boomerang
Artinya…
Berkorbanlah tapi jangan jadi korban
Bro..kau tlah ajarkanku makna hidup
Agar semangat tak pernah surut
Agar nadi konsekuensi terus berdenyut
Agar kepribadian dan idealisme jangan sampai larut
Agar terus kokoh jangan sampai hanyut…
Kulambaikan tangan beriring doaku..
Spesial untukmu
Semoga teguh sabar slalu
Selamat jalan sahabatku..
Selamat jalan kau putih abu-abu..
Islamabad, 19 oktober 2008
By Firman arifandi
Untuk Hafez Salamuddin
“Sobat lilin dan rokok yang putih abu-abu”


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed