Budaya Salah Menyalahkan
11 32008v 2007
Wahai para ulama yang lupa dengan umatnya…!
Nasehat dan ilmumu merupakan cahaya
Yang menerangi dan membuat tenang orang yang berada dalam kegelapan
Tapi kenapa moral dan nilai yang kamu bawa itu sekarang lari tunggang langgang
Menjauh…dan menjauh, sehingga figure itu telah tiada
Wahai para penguasa yang serakah…!
Kamu menjadi tulang punggung rakyat jelata
Kok malah enak-enakan ngumpulkan harta
Tidakkah kamu ingat,
Akan pikulan amanat yang amat berat
Wahai para penegak hukum yang lembek…!
Tegakkanlah hukum di negara kita kuat-kuat
Genggamlah keputusan yang adil dan bijaksana
Jangan malah ikut-ikutan nimbrung dengan para penjahat
Dan menyalahgunakan amanat
Wahai para ekonom dan pengusaha yang ber”ego” ria..!
Kenapa kamu tidak menguatkan rupiah kita…?
Kenapa kamu tidak membuka lapangan kerja…?
Sedangkan kamu melihat banyak anak negri kita yang pengangguran
Walaupun mereka telah menyelesaikan strata sarjana
Wahai para pemuda-pemudi yang malas-malasan…!
Campur tanganmu dalam memajukan bangsa diperlukan
Otakmu…, tenagamu…, pikiranmu…masih segar
Tapi kenapa kamu terbuai dengan rayuan narkoba
Yang akhirnya menghancurkan “nilaimu” di masa depan
Wahai para Ulama.., wahai para penguasa…, wahai para penegak hukum…, wahai para ekonom dan pengusaha…, wahai para pemuda-pemudi dan seluruh bangsa Indonesia…
Akankah kita saling menyalahkan orang lain selamanya
Sehingga kita mudah dipecah belah oleh para penjajah…?
Atau karena memang didikan kecil kita yang menyalahkan kodok kalo kita terjatuh?
Atau perasaan gensi yang lebih kuat sehingga kita tidak mau menyalahkan diri sendiri?
Malulah…., tahu dirilah…, introspeksi dirilah…
Singkaplah tabir budaya menyalahkan orang lain…!
Dan perbaikilah dari diri kita masing-masing
Sambunglah sendi-sendi yang telah tercerai berai…
Agar menjadi satu kesatuan yang kuat untuk bersama memperbaiki bangsa kita
Ya Rabbun ghafuurr….
Engkau Maha Mengetahui segalanya…
Kesalahan kita, kebobrokan kita, kelemahan kita dan kerusakan kita…
Maka berikanlah ampun Mu ya Rabb…
Dan berikanlah kepada kami ulama yang baik dan perbaikilah ulama kami
Berikanlah kepada kami penguasa yang baik dan perbaikilah penguasa kami
Berikanlah kepada kami penegak hukum yang baik dan perbaikilah penegak hukum kami
Berikanlah kepada kami ekonom dan pengusaha yang baik dan perbaikilah ekonom dan pengusaha kami
Berikanlah kepada kami pemuda-pemudi yang baik dan perbaikilah pemuda-pemudi kami
Berikanlah kepada kami bangsa yang baik dan perbaikilah bangsa kami…
Astaghfirullah…robbal baroya… astaghfirullah minal khotoya….
Oleh : M. Dzaky Zamani
Entry Filed under: Puisi. .
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
Butzel | 11 72008v 2007 at 9:14 pm
… you have a very nice Site – Please visit my Webpage under Butzelnews Thanks and Greetings from Germany
2.
zackers | 11 62008v 2007 at 7:05 pm
great sounds…, nice to hear that…,
there’s thanks n’ greeting from Germany….
i hope u understand with what we write..
thanks too 4 visiting our blog…
3.
indoabroad | 11 32008v 2007 at 4:50 pm
Hi,
Your web/blog is now has been listed in http://www.indonesianabroad.com database! You can add your others web/blog by using below online form as below link.
http://www.indonesianabroad.com/2008/10/blog-post.html
If you do not wish to be in our list, please send an email to webmaster@indonesianabroad.com to unsubscribe.
INDONESIANabroad.com
4.
dianrapian | 11 62008v 2007 at 12:01 am
bangkitlah negerilu harapan itu masih ada, optimis deh abis pemilu ada perubahan.
5.
zackers | 11 52009v 2007 at 7:31 am
those, wha’ we wish..